Human Immunodeficiency Virus yang selanjutnya disingkat HIV adalah Virus yang menyebabkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus HIV masuk ke dalm tumbuh sehingga dapat berkembangbiak masuk ke dalam sel darah putih dan merusaknya. Sehingga sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap infeksi akan menurun jumlahnya. Akibatnya kekebalan tubuh manusia akan menjadi lemah dan mudah terkena berbagai penyakit. Acquired Immuno Deficiency Syndrome yang selanjutnya disingkat AIDS adalah suatu kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diriyang disebabkan oleh masuknya virus HIV dalam tubuh seseorang.

HIV / AIDS masih menjadi persoalan kesehatan global yang signifikan, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Program penanggulangan HIV-AIDS mempunyai visi untuk menghentikan AIDS pada tahun 2030 dengan slogan 3 (three) zero yaitu: zero infeksi HIV baru, zero kematian akibat AIDS dan zero diskriminasi. Untuk mencapai tujuan tersebut diterapkan pendekatan 90-90-90 atau ‘fast track’, yaitu menemukan 90% dari perkiraan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang ada melalui tes HIV, mengobati 90% ODHA yang ditemukan dan memastikan 90% dari ODHA yang diobati mengalami supresi virus (tidak terdeteksi dengan pemeriksaan ‘viral load’).

Program penanggulangan HIV AIDS secara komprehensif melalui Program Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) HIV dan IMS ini meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara paripurna, mencakup semua bentuk layanan HIV dan IMS, seperti kegiatan KIE pengetahuan komprehensif, promosi penggunaan kondom, pengendalian faktor risiko, layanan Konseling dan Tes HIV (KTS dan KTIP), Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP), Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA), Pengurangan dampak buruk NAPZA (LASS, PTRM, PTRB), layanan IMS, pencegahan penularan melalui darah donor dan produk darah lainnya, serta kegiatan monitoring dan evaluasi serta surveilan epidemiologi di Puskesmas Rujukan dan Non‐Rujukan termasuk fasilitas kesehatan lainnya dan Rumah Sakit Rujukan Kabupaten / Kota. 

Dalam implementasinya LKB ini harus melibatkan seluruh pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat (kader, LSM, kelompok dampingan sebaya, tokoh masyarakat dan tokoh lainnya). Pada akhirnya diperlukan kerjasama lintas sektoral dan penguatan lembaga pemerintah maupun non-pemerintah yang ada untuk menentukan keberlanjutan program – program penanganan HIV dan AIDS di Indonesia.