Indonesia masih menghadapi tantangan permasalahan gizi buruk, khususnya Stunting yang dikhawatirkan akan jadi lebih buruk lagi akibat Pandemi Covid-19 ini. Masalah stunting bagi balita di Indonesia tergolong kronisuntuk itu diperlukan upaya agar angka stunting dapat menurunkan. Tentunya upaya ini  harus kita dukung bersama demi keberlangsungan generasi unggul untuk mewujudkan Indonesia maju.

Puskesmas Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Penguatan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Bagi Ibu Hamil dengan Tema “ Kehamilan Berkualitas Ciptakan Generasi Emas Cegah Stunting Sejak Dalam Kandungan”. Kegiatan ini dengan menerapkan Protokol Kesehatan.

Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan. Tujuan Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) antara lain suami, keluarga dan masyarakat paham tentang bahaya persalinan, adanya rencana persalinan yang aman, adanya rencana kontrasepsi yang akan dipakai, adanya dukungan masyarakat serta dukungan kader untuk ikut KB pasca persalinan, adanya dukungan sukarela dalam persiapan biaya, transportasi, donor darah, serta memantapkan kerjasama antara bidan, dukun bayi dan kader posyandu. 

Terkait dengan Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), harapan semua pihak bukan ibu dan bayi selamat saja, tetapi sekaligus menjadikan bayi terbebas dari stunting yang meyebabkan bayi yang tidak berkualitas, bodoh serta mengalami pertumbuhan fisik tidak normal. Pelayanan bidan sangat berperan dalam keberhasilan suatu program pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan kesehatan.